



BERIBU ALASAN RAKYAT MENCINTAI PAK HARTO
Author: Dewi Ambar Sari, Lazuardi Adi Sage
Publisher: PT. Jakarta Citra
Year: 2006
ISBN: 9798977165
KUTIPAN DARI BUKU:
Terlepas dari kekhilafan yang ada, apa pun namanya Pak Harto adalah sosok yang pernah memimpin dan membangun negeri ini dengan susah payah. Adalah tidak adil jika Pak Harto mendapat perlakuan yang tak sebanding dengan apa yang telah ia lakukan untuk rakyat dan bangsa ini. Sebab memang ada banyak hal yang telah dia lakukan dan abdikan untuk bangsa dan republik ini. Dan ini adalah realita yang tak terbantahkan. Siapa pun tahu itu.
Pak Harto adalah manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu, selama 30 tahun beliau memimpin bangsa ini, ada hal-hal yang tidak berkenan dan ada kesalahan-kesalahan beliau buat, kami mohon maaf... (Siti Hediyati Hariyadi-Kompas, 21 Mei 2006)
Apa yang baik, perlu kita ambil. Apa yang buruk perlu kita buang. Apa yang telah dibangun Pak Harto dengan baik untuk bangsa ini harus tetap kita teruskan. Apa yang masih kurang, harus kita perbaiki dan sempurnakan. Karena semua ini semata-mata untuk kesinambungan kemajuan bangsa ini. Bukankah kita semua ingin melangkah maju ke depan? Jadi bukan untuk mundur ke belakang. (Lazuardi Adi Sage)
Tak benar Pak Harto mengumpulkan harta dan memiliki 7 Yayasan. Tapi ide pendirian yayasan itu memang beliau. Tahun 1990 an, Pak Harto memanggil para pengusaha ke Tapos dan mengingatkan pada mereka : "Karena kalian sudah menikmati hasil pembangunan maka kalian wajib membantu orang lain yang tidak mampu, supaya harkat dan martabat mereka terangkat." Tujuan didirikan yayasan adalah ingin menghilangkan kesenjangan ekonomi yang kaya dan yang miskin demi terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa serta memperkuat NKRI. Dan juga sesuai dengan ajaran Islam. Maka untuk itu dibuatlah yayasan, yang berdasarkan masukan dari para pengurus, Pak Harto menjadi ketua-nya. Dana yayasan berasal dari donatur--para pengusaha yang sudah berhasil--dan tiap-tiap pengeluaran dana selalu melalui rapat pengurus yayasan bahkan setiap tahunnya selalu di audit. Aktifitasnya untuk membantu rakyat Indonesia, dan hingga kini-pun masih berjalan. Yayasan-yayasan itu bersifat sosial dan sama sekali tidak pernah merugikan negara. Sebaliknya malah menguntungkan negara karena memang tujuannya untuk membantu rakyat Indonesia. "Nah, ini yang tidak diketahui oleh orang."(Probosutedjo)