



HM SOEHARTO
Membangun Citra Islam
Author: Miftah H. Yusufpati
Publisher: AsiaMark
Year: 2007
ISBN: 9789791625203
KUTIPAN DARI BUKU:
Kebijakan Negara terhadap agama selama masa kepemimpinan Pak Harto menunjukkan bahwa ada dua trend besar yang berlawanan secara diametral yakni deideologisasi dan ideologisasi Islam. Pada dua dasawarsa pertama kekuasaan Orde Baru, warna dasar dan kebijakan itu adalah upaya "deideologisasi" yang jelas berangkat dari asumsi dan persepsi Islam sebagai potensi ancaman terhadap stabilitas sosial-politik yang dibutuhkan Orde Baru untuk pembangunan.
Akan tetapi sejak 1980-an, terjadi perubahan 180 derajat kebijakan pemerintah, yakni dengan ditandai era baru "ideologisasi" Islam dalam birokrasi. Setidaknya ada empat akomodasi yang ditempuh Orde Baru pada waktu itu. Pertama, akomodasi struktural berupa terekrutnya orang-orang yang dianggap wakil atau tokoh Islam dalam jajaran kabinet maupun anggota DPR/MPR . Kedua, akomodasi legeslasi yang berwujud disahkan undang-undang yang memihak umat Islam. Ketiga, akomodasi infrastructural berupa pemberian izin bahkan sokongan terhadap Bank Muamalat Indonesia (BMI), pendirian masjid-masjid oleh Amal Bhakti Muslim Pancasila dsb. Keempat akomodasi kultural yakni dengan penyelenggaraan Festival Istiqlal tahun 1991 dan yang dianggap paling fenomenal adalah keberangkatan Pak Harto beserta keluarga ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan haji.
Pada masa kepemimpinan Pak Harto itu, kelompok Islam radikal tidak bisa leluasa bergerak. Islam yang tampil di Indonesia adalah umat Islam yang penuh toleran dan menghargai keberagaman sehingga Islam Indonesia dikenal di seluruh dunia sebagai agama yang ramah. Islam yang jauh dari kekerasan. Hanya saja, setelah kran demokrasi dibuka lebar dengan mengedepankan demokrasi liberal gaya Amerika, kelompok Islam radikal berkecambah yang pada ujungnya melahirkan teroris.
Maka tidak berlebihan jika ada yang menyebut Pak Harto telah membawa umat Islam Indonesia selama Orde Baru sebagai umat Islam yang rahmatan alamin, memberi rahmat bagi seluruh alam. Lebih jauh lagi, di bawah kepemimpinan Pak Harto, Indonesia dinilai kalangan Barat sebagai peradaban umat Islam yang patut disegani.