



DIANTARA PARA SAHABAT
Pak Harto 70 Tahun
Author: Team Dokumentasi Presiden RI
Publisher: Citra Lamtoro Gung Persada
Year: 1991
ISBN: 9798085051
KUTIPAN DARI BUKU:
Jenderal (Purnawirawan) Soeharto, Presiden dan Bapak Pembangunan Indonesia, dilahirkan dalam suatu keluarga petani yang sangat bersahaja di desa Kemusuk, sebelah selatan Yogyakarta, pada tanggal 8 Juni 1921. Dengan demikian, pada tanggal 8 Juni 1991 ini, genaplah beliau berusia 70 tahun.
Sebagaimana halnya dengan manusia lain, usia 70 tahun yang telah dicapai oleh Presiden Soeharto melukiskan kematangan pribadi yang telah ditempa oleh perjalanan masa. Dalam kematangan pribadi yang demikian, jelas sudah betapa banyak bilangan tahun yang beliau lewati, namun tak terbilang peristiwa yang telah beliau alami. Tetapi bilangan tahun dan peristiwa yang telah beliau lampaui itu, terutama dalam masa kemerdekaan, selalu berkaitan erat dengan peranan beliau yang menonjol didalam keseluruhan upaya bangsa ini untuk menegakkan serta mengisi kemerdekaannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Perjalanan hidup beliau selama 70 tahun, yang bermula di sebuah desa kecil dan memuncak di ibukota negara kita, memang memperlihatkan jenjang-jenjang peranan yang penuh pengabdian kepada bangsa dan negara ini. Esensi tujuan hidup beliau adalah pengabdian, dan bukan popularitas, padahal menetapkan pilihan yang demikian bukanlah suatu hal yang mudah. Beliau bahkan tidak hanya sekadar memilih antara pengabdian dan popularitas, melainkan juga berpegang dengan teguh pada pilihan itu. Kepemimpinan beliau selama ini memperlihatkan dengan jelas bahwa tidaklah terlalu sukar bagi beliau untuk memilih salah satu dari kedua nilai tersebut. Hal ini tidak lain karena beliau selalu berpedoman pada ajaran yang luhur: hanggayuh kasampurnaning hurip, berbudi bawaleksana, ngudi sejatining becik (mencapai kesempurnaan hidup, berjiwa besar, mengusahakan kebaikan sejati).
Tujuan hidup yang demikian itupun senantiasa beliau buktikan dengan penuh tanggungjawab terutama didalam menghadapi kepahitan dan tantangan-tantangan dalam kehidupan ini, baik di bidang kenegaraan maupun kemasyarakatan. Tanggapan yang diberikan rakyat terhadap tujuan hidup beliau itupun tidak pula berlebihan. Rakyat, yang tidak dapat melepaskan diri dari pengalaman masa sebelumnya, selalu menghargai beliau secara sewajarnya. Kesemua itu antara lain termanifestasi dalam gelar formal "Bapak Pembangunan", yang kemudian dikukuhkan MPR, namun tidak pernah beliau sandang. Secara informal, pengbargaan itu juga tercermin didalam gelar lain yang sederhana serta akrab, "Pak Harto".