Ngudhar Roso Mulat Sariro
(Mengungkap Isi Hati dan Mawas Diri)

Author: H. Probosutedjo
Publisher: PD. Besar, Bandung
Year: 1994
ISBN: 9798679008

KUTIPAN DARI BUKU:
Bila seorang jurnalis menulis setiap hari itu sudah biasa, sebab memang sudah pekerjaannya. Bila seorang Pengusaha Nasional yang memimpin puluhan perusahaan besar, menulis terus menerus setiap hari selama satu tahun..!

“Luar biasa,... saya mengikuti tulisan Pak Probo setiap hari,” kata beberapa orang menteri, Pejabat Tinggi, Anggota MPR/DPR, Anggota ABRI, Kepala Daerah, Politisi dan Pengusaha. Beberapa orang pakar dan cendikiawan mengutip karya H. Probosutedjo dalam rubrik Ngudhar Roso Mulat Sariro kemudian membawanya ke berbagai seminar dan diskusi.” Hanya Pak Probo yang berani menulis seperti itu,” ujar mereka.

Pemimpin umum/Redaksi Berita Buana Sk H Wibowo menjelaskan bahwa karya Pak Probo digandrungi oleh banyak orang, bahkan bila sehari  tak membaca tulisan Pak Probo terasa ada sesuatu yang hilang. Kritik dan sindiran serta plesetan Pak Probo adalah konstruktif, karena sayangnya Pak Probo terhadap pemerintah, Pejabat, ABRI dan Masyarakat, diungkapkanlah isi hatinya, isi hati bangsa Indonesia agar para Pejabat dan para konglomerat serta seluruh warga negara, menyadari bahwa tujuan pembangunan harus sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 45 dan Pancasila.

“Puluhan surat dari pembaca Berita Buana minta agar tulisan Pak Probo dibukukan dan ratusan orang melalui telpon juga berkeinginan sama,” kata Bambang Suroso Penanggung Jawab rubrik. Dari surat-surat yang ada, sebagian besar menilai bahwa tulisan Pak Probo mampu mengungkap dan mengangkat masalah yang oleh sebagian orang dikategorikan hal yang tabu. Akibat keberanian Ngudhar Roso, mengungkap isi hati rakyat Indonesia, isi hati wong cilik, keterbukaan digelar, Demokrasi ditegakkan, SDSB terpaksa dicabut, pengentasan kemiskinan dibicarakan orang, IDT dilaksanakan, Munas Kadin jadi ajang Pelaksanaan Demokrasi, Pajak Progressive diterapkan, AA Baramuli mengutip tulisan Pak Probo mengungkap kredit bermasalah, Tan Tjoe Hong alias Eddy Tansil digiring ke Pengadilan dan para konglomerat disoroti orang.