



SEGENGGAM PERSEMBAHAN:
Makam Joang Somenggalan Desa Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Yogyakarta
Author: Roto Suwarno
Publisher: -
Year: 1991
ISBN: -
KUTIPAN DARI BUKU:
Desa Kemusuk, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi dikenal masyarakat luas karena seorang putera yang lahir di desa Kemusuk kemudian menjadi Presiden Kedua negara Republik Indonesia.
Tetapi selain itu, ternyata bahwa desa Kemusuk juga memiliki kisah perjuangan yang pantas dicatat dalam kitab sejarah, khususnya bagi warga desa Kemusuk sendiri. Karena terbukti, bahwa diawal tahun 1949, pada waktu kota Yogya diduduki serdadu Belanda, desa Kemusuk ikut menjadi bulan-bulanan pula serangan pembersihan oleh serdadu Belanda. Salah satu tujuannya adalah menangkap Soeharto, Komandan Militer tertinggi di daerah Istimewa Yogyakarta, orang kelahiran desa Kemusuk, yang oleh belanda dianggap sebagai Gembong atau Kepala “EXTRIMIS” di daerah Yogyakarta, yang mengusik dan mengganggu serdadu belanda melalui serangan-serangan gerilya.
Seperti halnya banyak dialami desa-desa lain di Indonesia, maka desa Kemusuk-pun mengalami korban jiwa yang cukup besar jumlahnya dalam periode perjuangan menegakan kemerdekaan dari ancaman musuh. Konon menurut kisahnya tidak kurang dari 198 orang, baik dari para pejoang dan rakyat biasa telah gugur dan tewas di desa kemusuk dan sekitarnya ketika menghadapi serangan serdadu Belanda sejak bulan Januari sampai bulan Mei 1949.
Dan mereka semua pada dasarnya adalah Pejoang-pejoang dan Korban Perjuangan Kemerdekaan.
“Hanya bangsa yang besarlah, yang bisa menghargai Pahlawannya”,. Demikian kata Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan RI.